Denting Lonceng Hati

Icon

Sebuah Blog Yang Menggugah Hati – Kalo Sumbang Janganlah DIdengarkan, Kalo Merdu Ikutlah Bernyanyi

Cinta Itu Tidak Buta

Inilah beberapa arti tentang cinta yang menyatakan bahwa cinta itu tidaklah buta.

1. Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat.
Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggunganjawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.

2. Cinta membutuhkan proses
Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar- benar mencinta. Mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas yang utuh.

3. Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi
Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

4. Cinta itu konstruktif
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalahsehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan
impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

5. Cinta tidak melenyapkan semua masalah
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya,
cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk
kepayang-berarti tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

6. Cinta cenderung konstan
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih
hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

7. Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik.
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

8. Cinta tidak buta, tapi menerima
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.

9. Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

10. Cinta berani melakukan hal menyakitkan
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.

diambil dari filenya temen

Filed under: for soul

Hari Terakhir

karena ini hari terakhir gw kape di BI, kayanya perlu ditulis khusus di blog d.

Karena hari ini hari terakhir, maka gw berangkat pagi-pagi sekali. Soalnya pembimbing jam setengah 9 bakal ada acara di luar. Biasa, berangkat naik KRL. Udah naik di KRL, gw pikir tumben banget ni, “agak” sepi. yang semoga aja gak ketemu makhluk langka di atas kereta.

Kemudian kereta berjalan dengan lancarnya. Sesekali menggoyangkan badannya, menyesuaikan dengan bentuk permukaan relnya.

Sampe di manggarai, langsung gw sadar, mampus gw. Ada satu kereta rusak. Jadi dah hampir semua orang pindah ke kereta yang gw naikin. Gayanya udah pada kaya pemain american football aja. Saling dorong. Saling injek. Untung gak ada yang main banting-bantingan. Gw, dengan postur ramping gini, terang aja langsung kegencet, kedorong, kepepet. Dorong terus mas, orangnya pulang kampung!

Setelah semua orang naik dengan sentosa, kereta mulai bergerak pelan. Pikir gw, gak papa dah, yang penting cepet nyampe. tinggal dua stasiun ini. Ternyata perkiraan gw meleset. Keretanya kagak jalan. Cuma dimajuin doang. Pasalnya, banyak orang yang naik di atap gerbong. Petugasnya gak demen ngliat itu. Jadi deh pake acara ngancam, “kereta tidak akan diberangkatkan, sebelum penumpang yang naik di atap turun!”

Beberapa menit, penumpang lain masih diam. Lama-lama, emosi udah pada keluar. Sampe bapak-bapak mukulin atap kereta bagian dalem. Emangnya naik bis pak? Ibu-ibu juga udah ulai komentar. “Turunin aja tu Kartarajasanya”. Heh. Emangnya Kartarajasa jadi menteri apaan? Tahan terus mas, masinisnya pulang kampung!

Selang beberapa lama, jalan lah kereta sialan itu. Dengan penuh goyangan dan gencetan ke badan gw, akhirnya, sampai juga kereta itu di Gondangdia tercinta. Otomatis gw turun. Pas udah turun, gw langsung ngecek penampilan. Mampus gw. Persis kaya tempe penyet yang dicemplungin ke kubangan minyak goreng. Ketampananku sudah luntur bersama bulir-bulir keringat. Gw cuma bisa misuh-misuh semua kosakata aneh yang gw tau dari Sabang sampe Marauke. Padahal tadi pas mau berangkat, gw udah dandan rapi jali kaya anak ondel-ondel mau mentas. Biarin dah, gini-gini juga laku :p

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejau kurang lebih satu kilo. Lumayan untuk melatih otot dan mengembangkan paru-paru. Berusaha membuang efek rokok yang tambah lama rasanya tambah pahit aja kalo dihisap.

Sampe kantor, ternyata mas andre gak ada. Bagussss!!!! Jadi deh gw nulis blog gak jelas ini.

Cuma, di hari ini gw mau ngucapin terima kasih buat:

  1. Dia yang udah nemenin gw lewat sms dan telpon buat membangkitkan semangat gw
  2. Pak Beny, Pak / mas Dwi, Mas Andre, Mas Chandra, Pak Sigit, Mas keri, bu Grace, bu Tita yang udah membantu pelaksanaan kape
  3. Ipang yang beberapa hari sempet gw suruh teriak-teriak terus buat nyanyiin “Bintang Hidup”
  4. WC paling kiri di lantai lima dan urinoir paling kiri sisi sebelah kanan yang udah menjadi tempat gw berbagi, kalo kadang gw gak milih lo berdua, bukannya gw mau berpaling, tapi lo lagi dipake orang.
  5. sama mbak-mbak warung nasi tempat kita mabora, soalnya sering kali kita cuma beli es teh doang

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

This Weekend Daily Activity

Besok hari terakhir gw kape. So, buat siapa aja yang nyariin gw untuk keperluan apa pun, termasuk pasien, berikut adalah jadwal gw untuk minggu ini:

Rabu - hari terakhir kape ^_^v
Kamis - nyari tiket balik
Jum’at sore - balik ke Surbay
Sabtu pagi - nyampe Surbay – kalo mau tungguin gw di beskem
Sabtu siang - Takziah ke rumah Tante Eko
Sabtu Malem - don’t disturb me ^_^
Minggu - udah bisa diganggu lagi

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Have I Told You Lately

Have I told you lately that I love you?
Have I told you there’s no one else above you?
Fill my heart with gladness, take away all my sadness,
Ease my troubles, that’s what you do.

For the morning sun in all it’s glory,
Meets the day with hope and comfort too,
You fill my life with laughter, somehow you make it better,
Ease my troubles, that’s what you do.

There’s a love less defined,
And its yours and its mine,
Like the sun.
And at the end of the day,
We should give thanks and pray,
To the one, to the one.

Have I told you lately that I love you?
Have I told you there’s no one else above you?
Fill my heart with gladness, take away all my sadness,
Ease my troubles, that’s what you do.
There’s a love less defined,
And its yours and its mine,
Like the sun.
And at the end of the day,
We should give thanks and pray,
To the one, to the one.

Have I told you lately that I love you?
Have I told you there’s no one else above you?
Fill my heart with gladness, take away all my sadness,
Ease my troubles, that’s what you do.

Take away all my sadness, fill my life with gladness,
Ease my troubles, that’s what you do.

Take away all my sadness, fill my life with gladness,
Ease my troubles, that’s what you do.

Taken from:Have I Told You Lately By: Rod Stewart

Filed under: kamu...

Menyerah (buat kamu)

Aku menyerah!

Sebetulnya bukan ini yang ingin kutulis.
Tapi rangkaian kata yang bisa dianggap oleh puisi.
Alunan romantika kata yang bisa menyentuh hati yang membaca.
Yang bisa menyentuh hatimu.

Tapi aku tidak bisa.
Yang ada hanya rangkaian kata-kata tanpa arti yang sama sekali tidak menggetarkan hati.
Kata-kata indah yang kupilih akhirnya menjadi rangkaian kata-kata yang aku sendiri enggan membacanya.

Aku menyerah!

Bukan menyerah untuk mendapatkanmu.
Tapi menyerah menuliskan kata-kata yang menggambarkan hatiku.
Karena apa yang dirasa di hati jauh lebih indah dari selembar kertas berisikan puisi.
Lebih dari sekuntum bunga yang mekar di pagi hari

Aku tidak bisa melukiskannya

ketika bersamamu
ketika mendengar celotehmu
ketika melihat wajahmu
ketika menggenggam tanganmu

degupan hatiku ketika ingin bertemu denganmu
degupan hatiku ketika membayangkan wajahmu
degupan hatiku ketika berjalan bersamamu

aku menyerah….

tapi bukan kalah
apalagi merelakan

Aku hanya bisa berterima kasih.
Kepada mu

karena telah menyelamatkanku
karena telah membangkitkan kembali diriku
karena telah menarikku dari lubang hitam itu.

karena telah menyadarkanku.
akan dirimu
akan perasaanku.

membuatku mengakui
membuatku tidak lagi berlari….

Karena percaya adalah dilahirkan
bukan dipaksakan.
sama seperti sayang
sama seperti cinta
sama seperti apa yang kurasa
kepadamu.

Aku hanya bisa mencurahkan apa yang kurasa di hati
kepadamu

dan berharap suatu hari, kamu bisa percaya
pada sayangku
pada cintaku
pada apa yang kurasa
pada ku

dan mengatakan

aku sayang padamu…

Filed under: kamu...

Dibuka

  • 15,980 kali

Hari-hari Menghitung Hari

Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Tentang

Blog ini punya Nuruddin Arroniry. Cuma sedikit yang bisa Terungkap. Kalo sumbang jangan didengarkan. Kalo merdu ikutlah bernyanyi.

Powered by  MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites
BlogFam Community
naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto - kun.com

I am ichigo!

Dapur dan Kepulan Asapnya