Denting Lonceng Hati

Icon

Sebuah Blog Yang Menggugah Hati – Kalo Sumbang Janganlah DIdengarkan, Kalo Merdu Ikutlah Bernyanyi

Huff…

Kayanya setiap dari kita pernah dipusingkan tentang permasalahan ini.

Cinta…

Buat orang-orang kaya saya, yang baru mentas kehidupan remaja, dan baru sedikit menikmati pahit manisnya dewasa, persoalan ini akan terasa sangat nyata. Cinta, jodoh, pasangan hidup, dan persoalan serupa tapi sama tersebut.

Cerita ini bukan tentang saya, tapi tentang kita semua….

Sepertinya di sekeliling saya, kebanyakan orang yang terhubung dengan saya sedang memiliki masalah ini.

Ada yang sedang dimabuk asmara, ada yang sedang dipusingkan masalah ini, ada yang tidak yakin dengan pilihannya, ada yang tidak tahu bagaimana caranya menyatakan perasaannya, dan sejuta persoalan ini.

Entah bagaimana permulaannya, orang-orang disekitarku sepertinya menobatkanku seperti menjadi konsultan cinta. Bahkan Sang Daniel pun menobatkanku sebagai seorang pencinta wanita. Bagaimanapun, karena aku masih berorientasi seks normal, maka tidak bisa membantahlah aku. Dan aku dengan segala rasa sok tahu ku dan ego kelaki-lakianku berusaha sebisaku membantu kawan-kawanku.

Tetapi, Yang Mulia Tuhan telah menciptakan manusia dengan segala keunikannya. Dengan segala kemahadahsyatannya Dia mampu menciptakan manusia dengan sifat-sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, terkadang apa yang kawan-kawanku yang sedang punya problem itu rasakan, tidak bisa aku rasakan. Dan aku pun tidak bisa memaksakan mereka untuk mengikuti saran-saranku yang keluar dari otak sok tau ku.

Hanya saja, jika seseorang sudah menyiapkan diri untuk mengejar pujaan hatinya, sudah siap untuk menjalin hubungan, bagaimana pus dia harus siap untuk ditolak dan untuk kehilangan. Karena penolakan dan kehilangan selalu bergandengan tangan dengan komitmen dan kebersamaan.

Sekarang saya jadi kehilangan pegangan tentang apa yang ingin saya tulis sekarang.

Yang ingin saya katakan sebetulnya adalah, jika sudah menemukan pujaan hati, dan yakin seyakin-yakinnya bahwa dia adalah orangnya, kejarlah dengan sepenuh hati. Tetapi jika dia mencampakkan kita, berarti dia bukan orang yang tepat. Masih ada berjuta-juta orang di luar sana dan pasti ada satu orang yang bakal menerima kita apa adanya…..

Kayanya gitu de….

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Makasi Buat Satu Hari Kemaren

Kemaren tepar seharian…
Maag kumat…
Badan demam…
Flu….

Untungnya ada adinda yang dengan sabar mau merawat…..
Terima kasih yang amat sangat buat adindaku yang satu hari kemaren udah susah payah ngurusin masnya….

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup, kamu...

Sandal Dan Kumis

Cerita ini sebetulnya terjadi waktu dulu, di suatu hari jum’at. Waktu sudah menunjukkan jam 11 lewat. Sebagai seorang yang masih beragama Islam, gw udah siap2 mau berangkat ke mesjid. Karena kebetulan lagi ada di kampus, gw tinggal nyopot sepatu dan make sendal.

Pas mau cabut, tiba-tiba bel TC dot Com bunyi. Himpunan tempat gw mangkal selama ini jualan beraneka makanan ringan dan minuman di etalase yang ditaruh persis di depan ruang himpunan. Sebagai salah satu anggota himpunan yang berbakti, gw berniat jualin orang yang mencet bel itu dulu. Akhirnya gw ambil kunci tc dot com dulu dan melaksanakan kewajiban gw.

Setelah transaksi selesai, gw masuk lagi ke ruang himpunan mau balikin kunci. Tiba-tiba, sumpah tiba-tiba, muncul sesosok yang amat gw kenal. Dengan kumis tebalnya dan sedikit kilauan cahaya di kepala, orang itu langsung muncul di depan gw.

Orang berkumis:”Ngapain kamu pake sendal”
gw:”mau berngakat jum’atan pak”
orang berkumis:”jangan bohong kamu! Coba tanya sama hati nurani kamu”
gw:”udah pak. Ternyata gak bohong kok. Emang saya mau jum’atan. Kan udah jam segini pak”
Orang berkumis:”kamu mau adu argumentasi sama saya ya?” -dengan nada yang sudah agak tinggi
gw:”gak pak. Ngapain adu argumen sama bapak”
orang berkumis:”ya sudah. awas kamu kalo bohong!”
gw:”iya pak. Emang gak bohong kok”

Akhirnya bapak berkumis itu berlalu. Emang di fakultas gw ada larangan buat tidak memakai sandal dan kaos di lingkungan fakultas. Setelah dia berlalu, gw baru sadar. Dia juga make sandal!! Sandl jepit lagi. Lebih butut dari sandal gw yang notabene masih dari kulit.

Kalo kata Aa’ Gym. Mulailah segala sesuatu dari diri sendiri. Paling gak kalo seneng atau emang udah hobinya ngelarang orang, kasi contohlah orang-orang yang dilarang-larang tersebut.

dan….
terpujilah mahasiswa-mahasiswa yang diperbolehkan berkaos dan bersendal di kampusnya.

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Hidup Itu Pilihan

Setelah beberapa hari tidak produktif, berkutat pada pemaki-makian akan hidup, seorang kawan mengingatkan aku, “kalo gw marah, trus nanti gw dapet apa.”

Meskipun lama-lama merasa mulai bisa menikmati kondisi kaya gini, tapi kayanya udah waktunya deh bangkit.

Lagi nganggur-nganggurnya nunggu adinda ujian, tanpa bermaksud apa-apa, tanganku dengan apesnya nge-buzz seorang kawan lainnya. Mungkin karena merasa ada kesamaan nasib, dia minta aku baca tulisannya.

Ok. I got your point. Terkadang emang “agak” sulit hidup di dunia dimana tidak menyukai sambel adalah hina. Apalagi bagi seorang lelaki tulen kaya saya. Meski jelas-jelas tidak ada hubungannya sama sekali, bukan pertama kalinya ada yang bilang sama saya “lanang opo kok gak gelem sambel” — cowok apa kok gak mau sambel –

Saya cuma bisa tersenyum kecut. Lebih kecut dari salak bali yang masih kecil-kecil. Mau dilihat dari sudut pandang manapun, pake teropong apapun, boscha sekalipun, kayanya gak ada hubungannya d kelaki-lakian dengan sambel. Y kan? Punya sinchan aja dimiripkan dengan gajah kok, bukan dimiripkan dengan cabe. Apalagi saya yang notabene lebih tua 17 tahun dari pada sinchan.

Bagaimanapun, kawan, makan sambel itu pilihan. Sama halnya kaya memilih pasangan, kaya menentukan orientasi seks, kaya ngerokok, dan sama halnya sama mutung.

Kalo sudah menentukan pilihan, hanya tinggal berkomitmen sama pilihan tersebut. Ya kan?

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Live is Too Shitty To Life On

Suatu hari, dulu,
aku percaya aku bisa menguasai dunia
aku percaya semua bisa berada dalam genggaman tanganku

Hingga begitulah aku menjalani hari-hariku
begitulah aku memandang dunia

Beberapa hari ini,
semua yang berada dalam genggaman tanganku mulai berloncatan keluar
satu persatu

Aku bisa saja mengalah
Aku bisa saja menjadi tidak egois

Hingga sampai pada suatu hari
aku bertanya pada hati kecilku
yang telah hitam dan membusuk,
kapan giliranku boleh egois?

kita semua menjadi egois ketika ditumpuk masalah
dan kita semua punya masalah yang menumpuk

Sometimes live is too shitty to life on

Aku tertampar,
ternyata…
aku,
Nuruddin Arroniry,
adalah manusia biasa…..

Filed under: Bagian Hati, Huff..., Temanku Sahabatku, jalan-jalan Jalan Hidup, kamu..., suka-suka yang ku suka

Dibuka

  • 15,980 kali

Hari-hari Menghitung Hari

April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tentang

Blog ini punya Nuruddin Arroniry. Cuma sedikit yang bisa Terungkap. Kalo sumbang jangan didengarkan. Kalo merdu ikutlah bernyanyi.

Powered by  MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites
BlogFam Community
naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto - kun.com

I am ichigo!

Dapur dan Kepulan Asapnya