Oke lah. Saya mengakui blog ini telah saya tinggal beberapa lama. Bukannya pingin meninggalkan blog ini sebetulnya. Tapi untuk beberapa saat saya tidak bisa menulis. Meskipun ingin sekali sebetulnya. Meskipun ada jutaan ide di kepala. Tapi saya tetap tidak bisa.
Oke lah. Saya mengakui. Karena komentar seorang teman terhadap saya, saya jadi kehilangan pegangan saya dalam menjalani hidup. Saya kehilangan pegangan saya untuk menulis. Meski adinda pernah bilang, “Mas tulis aja apa yang pingin mas tulis.” Tetapi tetap saja saya tidak bisa menulis.
Tetapi, beberapa hari yang lalu, akhirnya saya mendapatkan jawaban. Memang bukan sebuah jawaban yang sempurna, tapi cukup untuk membuka mata hati saya.
Orang boleh bilang saya penghujat. Mungkin saya memang seorang penghujat. Tapi saya menghujat karena saya peduli. Karena saya peduli, maka saya menghujat. Jika saya tidak peduli, saya tidak akan melakukan apa-apa.
Saya tidak akan mengatakannya dengan berlebihan. Tapi jika Anda membaca lebih dalam, dengan mata hati Anda, Anda akan melihat ada cinta dalam tulisan saya.
Dulu, waktu saya kecil, guru saya, orang yang saya gugu dan saya tiru, bukan sekedar dosen, mengatakan pada saya, “Jika kamu melihat kemungkaran rubahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu, rubahlah dengan lisanmu, jika kamu tidak mampu, rubahlah dengan hatimu. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”
Saya bukan orang yang religius. Saya juga bukan seorang yang spiritualis. Yang senantiasa menyebutkan nama Tuhan dalam gerak-gerik tingkah laku saya. Tapi, mungkin, ucapan guru saya masih sedikit berbekas dalam hati saya. Meski saya bukan murid yang baik.
Itu jawaban saya. Sampai sekarang, saya tidak tahu jawaban dia.
KRL jurusan Bogor-Kota masih berjalan dengan kencangnya. Dihiasi suara-suara orang yang berjualan beraneka rupa. Sedang orang gila di samping saya, makin keras ocehannya. Membuat saya dengan terpaksa menyingkir dari kursi yang jarang-jarang bisa dapatkan.
Filed under: Bagian Hati, Garap Garapan, Huff..., Merah Hitam Darahku, Suatu Ketika, Tanpa Aksara, Temanku Sahabatku, for soul, jalan-jalan Jalan Hidup, kamu..., suka-suka yang ku suka
Kata Orang.....