Denting Lonceng Hati

Icon

Sebuah Blog Yang Menggugah Hati – Kalo Sumbang Janganlah DIdengarkan, Kalo Merdu Ikutlah Bernyanyi

This Guy Is Really Something!!!

peter buckleyAda yang pernah denger nama Peter Buckley? Gw yakin rata-rata lo pada belom. Berikut penjelasan singkat dari wikipedia

Peter Buckley (born March 9, 1969 in Birmingham, England) is an English journeyman boxer in the Welterweight division. Although he currently fights at Welterweight division he has competed at a number of divisions either side.

Pro career

Buckley turned pro in October 1989, when he fought at the Colosseum, Stafford, West Midlands, England, only earning a draw with fellow debutant Brixham’s Alan Baldwin despite knocking Baldwin down in the early rounds.

Buckley has lost 256 of his 299 contests, which is the second most in boxing history behind Reggie Strickland. Throughout his career he has fought a number of world and British champions including Duke McKenzie, Naseem Hamed, Acelino Freitas, Paul Ingle, Patrick Mullings, Dean Pithie, Jason Booth, Michael Brodie, Scott Harrison, Michael Gomez and Johnny Bredahl.

Buckley, who has never fought for a major title, was honoured with a special ringwalk and presentation before his 200th fight in April 2003 at the MEN Arena in Manchester. He then

proceeded to lose a decision to Baz Carey

BUCKEY RECEIVED an award to mark his 200th fight in April 2003

BUCKEY RECEIVED an award to mark his 200th fight in April 2003

Udah tau kan kenapa this guy is really something? dari 299 kali naik ring, dia kalah 256 kali! Dia bahkan dikatakan sebagai petinju British terburuk sepanjang masa. Artinya, dia gak kalah cuman 43. Detailnya menang 31 kali, menang KO 8 kali, menang angka 23 kali, seri 12 kali, no contest 0 kali alias gak pernah, dan itu artinya persentase kemenangannya cuman sekitar 12 persen-an.

Ini baru model orang yang bener-bener cinta sama apa yang dia lakukan. Orang yang cinta pekerjaannya. Orang yang mendedikasikan hidupnya. Gak peduli apa pun hasilnya yang dia dapat.

Boxing has been good to me over the years

Dalam olah raga, selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Itu udah hukum alam. Tetapi ketika seseorang selalu berjuang, pantang menyerah, demi mengejar kecintaan, itu patut diberikan acungan.

I’ve given me all to boxing. From 10-threes top of the bill in Germany to six-twos in town. I just love to fight.

Hari ini adalah hari pertarungan terakhirnya, gw gak tau sih hasilnya. Tapi gw harap dia bisa menutup karirnya dengan indah. Ketemu satu lagi kasus unik yang bisa diambil hikmahnya. Selalu menyenangkan untuk bisa melakukan hal disenangi. Gw harap gw bisa berjuang sekuat dia.

If we meet someday mate, I’ll bow to you

sumber: wikipedia, boxrec, britishboxing, sportinglife, sama boxing-monthly

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Skate Till You Drop

Minggu kemaren, pas saya dan teman-teman seangkatan saya gathering di MTA, untuk pertama kali dalam hidup saya, saya bisa merasakan bagaimana ber-ice skate.

Kalo kata saya sih, gak terlalu mahal juga kok. DC nya untuk weekday 38 ribu sedangkan untuk weekend 42 ribu. Itu buat 2 jam. Tambah 8 ribu untuk kelebihan tiap jam. Itu udah termasuk tiket masuk, skate nya, duduk2 di lobinya, sama tiket keluarnya. Buat loker ada biayanya tersendiri. 5 ribu kalo gak salah. Kalo makanan dan minuman, ya bayar sendiri lah.

Hanya saja, yang agak mahal kalo mau pake personal trainer. Bayarnya 90 ribu buat setengah jam. Jadi kan jatahnya dua jam. Yang setengah jam sama trainer. Sisanya bebas. Karena kita semua berpikir itu terlalu mahal, maka kita semua gak ada yang pake trainer. Masa sih kaya begini doang gak bisa belajar sendiri?

Kalo kata orang-orang, termasuk kata rie dan adinda, mirip-miriplah sama roller blade. But for me, it’s different. Rollerblading is one thing, and skating is another thing.

Tapi dari pengalaman pertama kemaren, paling nggak ada lah pelajaran yang bisa saya ambil. Hal yang paling menentukan dari ice skating adalah skate nya.

Kemaren, setelah masuk, saya sama temen-temen saya, langsung ngambil sepatu nya di counter. Kita disuruh ngelepas sepatu dan mencium jempol kaki masing-masing dan mengukur kaki. Sama mas-mas yang jaga counter, saya dikasih sepatu nomer 42. Padahal kaki saya kan gak segede itu. Sepatu saya aja nomernya cuman 44. Walhasil, setelah dipake dengan susah payah, karena pemasangan tali sepatu yang sama sekali tidak beraturan dan sedikit pemaksaan, masuk juga lah itu sepatu. Setelah masuk dua dua nya, saya coba berdiri dan … my feet are killing me. Tapi karena baru pertama kali, saya pikir memang seharusnya seperti itu.

Kemudian saya coba berjalan, dan entah mengapa, saya merasa saya berjalan seperti suster ngesot yang baru belajar main ice skate. Dengan perjuangan yang sangat berat, saya berhasil juga akhirnya masuk arena skatenya.

Kemudian saya coba meluncur. Ternyata sangat menyenangkan sekali. Rasanya seperti terbang di atas awan. Kemudian ketika meluncur, saya coba berputar di udara. Sangat menakjubkan. Kata teman-teman saya, gerakan saya indah sekali.

Tapi itu semua hanya ada dalam kepala saya. Saya terjatuh empat kali. Dan percayalah, itu rasanya sakit. Bahkan untuk bergerak saja rasanya sulit sekali. Saya percaya itu bukan karena kelebihan berat badan yang sedikit saya alami saat ini. Rie bilang kalo sepatu saya kurang kuat ikatannya. Bagaimana mau mengencangkan ikatan, untuk berpindah tempat saja rasanya sulit. Belum lagi kalo mengingat keadaan kaki saya. My feet are really-really killing me. Padahal kalo melihat anak-anak kecil di sana, seharusnya ini bisa lebih menyenangkan. Mereka bisa meluncur. Meluncur! Sedangkan saya hanya bisa melihat.

Kalo saya mau mengencangkan ikatan sepatu, itu artinya saya harus berjalan keluar arena, berjalan ke arah kursi-kursi, mengencangkan tali sepatu yang saya tidak tahu siapa yang memasangkannya ke sepatu ini hingga akhirnya seperti ini, berjalan kembali ke arena, dan mencoba hasilnya. Membayangkannya saja saya sudah merasa lelah dan mual.

Tapi tidak ada salahnya lah untuk dicoba saya pikir.

Setelah melewati perjuangan yang maha dahsyat, berhasil kembali ke arena dan mencoba hasilnya, ternyata memang ada perubahan. Banyak sekali. Setelah mengencangkan ikatan tali sepatu, saya tidak terjatuh sama sekali. And I didn’t move even a bit.

Gak ding..

Memang ada perubahan. Paling tidak saya bisa bergerak. Meskipun pelan-pelan. Pelan. Pelan sekali. Sangat pelan…

Paling tidak lumayan lah.

Akhirnya setelah saya merasa lelah, kesakitan yang amat sangat pada seluruh bagian kaki, saya memutuskan untk menghentikan kegilaan ini.

Hal yang bisa saya sarankan kalo ada yang mau ke sana, mencoba main ice skate adalah:

1. Perhatikan ukuran skate mu. Minta dua nomor lebih besar dari yang diberikan. Paling tidak seukuran dengan nomer sepatu yang paling nyaman kamu gunakan. Teman saya juga merasa kekecilan. Kemudian dia menukar dengan dua nomor yang lebih besar. Kemudian sepertinya dia lebih cepat bisa dari saya

2. Ketika memasang sepatu skate, copot dulu semua tali sepatunya dan pasang kembali dengan rapi. Ikat kuat-kuat, benar-benar kuat-kuat, pada semua titik.

3. Belajarlah meluncur sendiri. Saya pikir setiap orang punya cara meluncur sendiri. Karena tiap orang punya caranya sendiri menjaga keseimbangan. Meski pun ini belum saya coba

4. Setelah semuanya selesai, lepaskan skate dari kaki kamu dan jangan coba-coba menciumnya. Baik kaki kamu, hanya jempolnya, ataupun sepatu skate yang habis kamu gunakan.

Yah paling tidak, kalo adinda mau ke Jakarta, bisa ngajak main skate lah. Semoga yang berikutnya bisa lebih baik. Harus lebih baik.

Selamat mencoba dan happy skating!

(Berikut skrin syutnya, sayang gambarnya gak terlalu jelas, jadi ketampanan saya tidak terlalu terlihat)

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

FR Gathering C13 Halal Bihalal On MTA

Hari minggu kemaren, akhirnya gw sempet kumpul-kumpul sama temen-temen satu angkatan. Secara pas acara buka bersama waktu Ramadhan kemaren gw gak bisa ikut kumpul. Syukur deh kali ini gw bisa ikut. Meskipun pesertanya lebih sedikit daripada waktu buka bersama.

Paginya, gw berusaha menyempatkan diri buat service motor mio abang gw dulu. Soalnya udah dikasi titah sama abang gw. Perasaan gw berangkat udah pagi deh. Jam 9. Ternyata pas nyampe bengkel, orang udah ngantri gila kaya pada ngantri sembako aja. Gw dapat no urut 32, dan sampe jam setengah 12, motor gw belom kepegang juga. Akhirnya gw batal service motor dulu. Soalnya gw gak enak sama anak-anak kalo gw telat. Secara gw yang sebelumnya kan gak dateng.

Gw langsung cabut dari bengkel. Perkiraan gw dari bengkel ke MTA butuh waktu 2 jam an lah. Ternyata gw salah. Jam setengah satu lewat, gw udah di TKP. Setelah tanya-tanya sama satpam dimana tempat ice skate, akhirnya gw berhasil juga menemukan tempat berkumpul. Dan…..belum ada yang dateng.

Gw telpon Rie, katanya masih di rumah. Gw telpon Desy, katanya masih di Karet nungguin Niar sama Feqi masih dandan. Untung aja gak berapa lama, Vendy nelpon. Katanya dia udah di MTA sama Kiky. Jadilah gw bertiga nunggu yang lain. Karena gak nemu tempat yang enak buat nunggu, akhirnya gw putusin nunggu di J Co aja. Gak berapa lama, datang Abbas, Hendra, Rie. Jam setengah 3 baru ibu-ibu pada dateng. Desy, Niar, Feqi, sama Cimut. Karena udah pada laper, akhirnya kita makan di KFC. Terus ketemu juga sama Made sama Mas Roni Muhadi.

Berikut skrin syut nya

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Vote For This One

Karena kiamat pemilu sudah dekat, dan kebetulan sayah dapat tulisan bagus dari milis

from the desktop of Permatasari, Desy Intan [DPKO]

ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?” Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk Amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup, suka-suka yang ku suka

Lebaran Kali Ini

lebaran kali ini, saya kedapatan pengetahuan baru. ilmu baru.

Ceritanya begini, lebaran kali ini, om-om gw, adek-adeknya nyokap gw pada dateng semua ke jakarta. Secara gitu loh, gw udah gak punya udik lagi. Jadi mereka yang pada datang ke jakarta.

Hari pertama setelah lebaran, dihabiskan dengan berkeliling ke monas. Engg….. sebetulnya gak berkeliling juga sih. Intinya jalan-jalan di sana lah. Sebetulnya hari itu kita mau ke bandung. Tapi karena gerombolan kita anggotanya banyak, dan tiap orang mesti punya repotnya sendiri kalo disuruh mandi, akhirnya kita kesiangan. Jadi, habis nganterin om gw, adik nyokap gw yang paling kecil, ke gambir buat beli tiket balik, kita ke monas.

Ternyata di monas, kalo bahasa adek gw, adalah saat kenarsisan om gw itu memuncak (ini tm loh ya). Jadi lah kita foto-foto di sana. Foto nya gw upload kapan-kapan aja. Hari ini lagi gak bawa.

Intinya gw bukan mau cerita monas sih. Gw mau cerita tentang pengetahuan gw yang baru itu.

Jadi, pas sebelum balik, om gw yang adek nyokap gw paling kecil, rekaman. Rekaman lho! Rekaman beneran! Meski gw enggan buat mengakui, tapi mau dibilang gimana lagi, darah keartisan mengalir dengan deras di keluarga kami.

Enggak ding. Maksudnya rekaman tuh, jadi ada tempat kaya karaoke gitu, tapi direkam. Ngerti gak? Ngerti aja deh. Susah gw jelasinnya. Mending dateng aja sendiri. Nama tempatnya Talent Box. Ada di Depok Mall. 3 lagu bayar 50 rebu. Lo udah dapet cover cd yang isinya foto tampan dan cantik lo. Apalagi waktu itu, kaya gw bilang di atas, adalah saat-saat kenarsisan om gw memuncak.

Cuman sayangnya hasil rekamannya nanti video klip asli nya yang ditumpuk pake suara lo. Kita gak tau itu. Jadi pas pulangnya kita semua udah bersiap mendengarkan suara om gw yang beda tipis sama rio febrian itu, sebelas duabelas lah, kita semua kuciwa. Tapi sama abang gw udah dikonvert ke mp3.

Nah, gw baru tau ada tempat kaya gitu. Kan lumayan tuh ada tempat hiburan baru.

Cuman gw kasian sama mas sama  mbak nya yang kerja disana. Kaya nya kerja keras banget buat ngedit suara om gw sama foto buat cover cd nya. Terus, pas besoknya adek gw sama temen-temennya pada ke sana, eh tutup.

Jangan-jangan……

Buat lo yang mau tau suara om gw, bisa di unduh di bawah. Sapa tau ada produser yang tertarik ngajak rekaman. SOL.

cinta sendiri nya kahitna

dara

jenuh nya rio febrian

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Dibuka

  • 15,962 kali

Hari-hari Menghitung Hari

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tentang

Blog ini punya Nuruddin Arroniry. Cuma sedikit yang bisa Terungkap. Kalo sumbang jangan didengarkan. Kalo merdu ikutlah bernyanyi.

Powered by  MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites
BlogFam Community
naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto - kun.com

I am ichigo!

Dapur dan Kepulan Asapnya