Denting Lonceng Hati

Icon

Sebuah Blog Yang Menggugah Hati – Kalo Sumbang Janganlah DIdengarkan, Kalo Merdu Ikutlah Bernyanyi

Pernikahan Dini

puji-2Saya bukannya mau ikut-ikut memperbesar masalah ini. Saya juga bukannya mau ikut-ikut orang-orang yang pada ngebahas orang ini (udah telat kayanya yak? soalnya isunya kayanya udah reda). Karena saya lebih saya bermain di blue ocean daripada ikut-ikutan rame di red ocean.

Menurut saya, secara hukum orang ini gak bersalah apa-apa. Karena pernikahannya kan dilaksanakan secara agama dan secara agama pernikahannya sah (gak tau juga sih, gw gak ngerti hukum). Hanya saja, kata saya, orang ini sesumbar sekali. Entah mengapa saya benci sekali pada orang yang suka sesumbar di muka umum. Itu mungkin mengapa saya tidak suka pada bapk RS yang sekarang nyalon jadi caleg. Sepertinya tidak ada rendah hatinya sama sekali. Padahal setau saya yang namanya syekh itu tidak seperti itu. Atau jangan-jangan memang namanya dia itu syekh dari lahir. Maksutnya, bapak ibunya memang memberi dia nama syekh gitu.

Hanya saja yang jadi pertanyaan, dari sekian banyak wanita yang ada di muka bumi ini dari segala usia, kenapa yang dipilih itu yang berusia 12 tahun? Bahkan mengincar lagi yang berusia 9 tahun dan 10 tahun (CMIIW)? Oke, I’m a man, and prefer a younger one. Tapi kayanya gak semuda itu deh.

Saya percaya, dari apa yang saya pelajari, bahwa perempuan adalah baju bagi laki-laki, dan hal itu berlaku sebaliknya, laki-laki adalah baju dari bagi perempuan. Itu yang saya percayai.

Kenapa diumpakan seperti baju? Sejauh yang saya pahami, pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Lebih pokok dari pada handphone! Pakaian digunakan untuk melindungi tubuh, dari kotoran, dari terik matahari, dan dari rasa malu. Sorri, kita bicara manusia normal di sini, bukan eksebisionis sejati. Seperti itulah seharusnya hubungan suami istri menurut saya. Gak tau juga sih sebetulnya kaya apa, secara saya juga belum punya bini. Tapi seperti lah yang saya pahami. Suami melindungi istrinya dari hal-hal yang dapat melukainya. Menjaga kehormatan istrinya. Begitu juga sebaliknya. Istri harus dapat menjaga suaminya. Termasuk dari dirinya sendiri. Menjaga kemaluan suaminya. Errrrr……maksutnya menjaga suami supaya terhindar dari rasa malu.

Sekarang, bukannya mau merendahkan, apa yang diharapkan dari anak 12 tahun? Apa dia sanggup melakukan tugasnya? Semoga saja sih iya. Saya sempat tau memang adanya pernikahan usia muda yang biasanya terjadi di kampung. Tapi 12 tahun, tetap saja saya pikir terlalu muda.

Yang bikin saya tambah bete adalah, buku yang dijadikan pegangan itu adalah “Aisyah saja Menikah Muda”. OMG! Aisyah memang menikah muda. Tapi apa itu sunnah? Please deh! Gak semua yang dilakukan oleh Rasul itu sunnah. Kalo itu memang sunnah, silahkan reply, saya akan periksa dan jika memang benar, saya tarik pendapat saya dan menjadi pujimania. Memangnya dia siapa, menyamakan dirinya dengan Rasul.

Bagaimana kalo cerai saja? Kabar-kabarnya sih, si Ulpe nya juga gak mau dan itu wajar sih kalo kata gw. Siapa sih yang nolak diperlakukan seperti ratu? Terus siapa pula yang ngusulin kaya gini? Saya juga gak ngerti ilmu psikologi sih (dooh, terus gw ni ngertinya apa sih), tapi gimana coba rasanya jadi janda di umur 12 tahun?

Kalo kata gw sih, yang ada unsur bersalahnya ya orang tuanya si Ulpe. Meskipun ngakunya hal ini sudah ditanyakan ke Ulfa sendiri, tapi anak umur 12 tahun ngerti apa masalah pernikahan? Saya gak ngerti apa yang ada di pikiran orang tuanya, tapi menurut saya, mereka telah merenggut masa kanak-kanak Ulfa.

Terserah kalian lah…

Disclaimer:
Tulisan ini murni pendapat saya. Saya tidak menjamin kebenarannya. Jadi saya tidak bertanggung jawab apabila ada yang mengutip pendapat saya dan mengakui nilai kebenarannya. Oleh karena itu, saya tidak dapat dituntut atas tulisan ini.

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Kalo Ditilang Polisi

from the desktop of Jhan Zeib Khan

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P: Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras!! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P: Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …

P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.

P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.  Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi

P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.

S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang”. Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.”
“Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH,
berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan dikejaksaan setempat, di sinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU,
berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN)..

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Ya..kita semua tau kalo polisi lagi berbenah, kayanya kalo rakyat pinter, oknum-oknum bakal menghilang dengan sendirinya.

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

You Have To Read These Blogs..

Bukannya mau curhat sih, tapi emang koneksi internet di tempat main gw tuh terbatas. Jadi gak bisa buka macem-macem. Ya iya lah. Secara kita disini dibayar buat ngoding, bukan buat maen. Tapi selama ini maen-maen di sini, gw tau gw gak kuat terus-terusan mentelengin layar buat ngoding selama 12 jam an lebih (Secara di sini kayanya gw yang jaga gawang,  pulang terakhir mulu). Akhirnya gw nemu beberapa blog yang bisa di buka di sini dan bisa ngilangin suntuk waktu kerja.

1. Blognya Bang Aip

Ini salah satu penulis favorit gw. Tulisannya gak tau kenapa, kerasa pas sama gw. Baca tulisan nya abang satu ini, kadang jadi ketawa, kadang jadi mikir. Tapi banyakan mikirnya sih.

2. Blognya queenalea

Kalo blog yang ini, diari dari penulis. Terus terang, gw jadi banyak belajar dari blog ini. Masalah pernikahan, masalah hubungan laki – perempuan, dan lain-lain lah. Tulisannya lepas. Tapi sori banget, yang ini khusus dewasa. Anak kecil cuci tangan, cuci kaki, terus bobo aja.

Yah… Semoga gw bisa ngambil pelajaran buat kehidupan gw sendiri dari tulisan-tulisan dia

3. Nguping Jakarta

Buat intermezzo, candaan ringan, tapi sama sekali gak murahan

Gw emang agak susah sih buat gambarin blog-blog itu buat apaan tapi bagi gw, blog-blog itu bisa dibilang lebih dari sekedar blog

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Kenapa Saya Harus Peduli?

merah_putihSaya orang Indonesia. Saya juga tidak pernah menyesal menjadi orang Indonesia. Meski saya tahu, orang Indonesia banyak yang aneh. Tapi saya sudah terlanjur terlahir sebagai warga negara Indonesia. Toh saya tidak mungkin meminta kepada Yang Mulia Tuhan Saya untuk masuk lagi ke rahim mama saya dan dilahirkan sebagai warga negara lain.

Sepanjang pengetahuan saya, Indonesia sekarang masih dipimpin presiden SBY dan belum waktunya untuk memasuki masa pemilu presiden. Yang membuat saya heran, kebanyakan stasiun TV sekarang, menyiarkan tentang pemilihan Barrack Obama dan John McCain. Memangnya, siapa mereka?

Oke lah. Dua orang itu memang calon presiden Amerika Serikat. Negara yang tentu saja jauh dari Indonesia yang katanya merupakan negara adikuasa. Tetapi saya tetap tidak mengerti. Kenapa saya harus peduli dengan pemilu negara lain? Apakah siapa yang terpilih akan berpengaruh pada negara saya? Saya rasa tidak.

Hanya saja, ada ketakutan pada diri saya. Jangan-jangan orang-orang yang peduli dan menaruh minat pada pemilihan Obama dan McCain, justru memilih untuk golput dan tidak peduli pada pemilu kita sendiri.

Lalu, kenapa saya harus peduli?

ps: gambar di atas diambil dari sini

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Dibuka

  • 15,831 kali

Hari-hari Menghitung Hari

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Tentang

Blog ini punya Nuruddin Arroniry. Cuma sedikit yang bisa Terungkap. Kalo sumbang jangan didengarkan. Kalo merdu ikutlah bernyanyi.

Powered by  MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites
BlogFam Community
naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto - kun.com

I am ichigo!

Dapur dan Kepulan Asapnya