Saya bukannya mau ikut-ikut memperbesar masalah ini. Saya juga bukannya mau ikut-ikut orang-orang yang pada ngebahas orang ini (udah telat kayanya yak? soalnya isunya kayanya udah reda). Karena saya lebih saya bermain di blue ocean daripada ikut-ikutan rame di red ocean.
Menurut saya, secara hukum orang ini gak bersalah apa-apa. Karena pernikahannya kan dilaksanakan secara agama dan secara agama pernikahannya sah (gak tau juga sih, gw gak ngerti hukum). Hanya saja, kata saya, orang ini sesumbar sekali. Entah mengapa saya benci sekali pada orang yang suka sesumbar di muka umum. Itu mungkin mengapa saya tidak suka pada bapk RS yang sekarang nyalon jadi caleg. Sepertinya tidak ada rendah hatinya sama sekali. Padahal setau saya yang namanya syekh itu tidak seperti itu. Atau jangan-jangan memang namanya dia itu syekh dari lahir. Maksutnya, bapak ibunya memang memberi dia nama syekh gitu.
Hanya saja yang jadi pertanyaan, dari sekian banyak wanita yang ada di muka bumi ini dari segala usia, kenapa yang dipilih itu yang berusia 12 tahun? Bahkan mengincar lagi yang berusia 9 tahun dan 10 tahun (CMIIW)? Oke, I’m a man, and prefer a younger one. Tapi kayanya gak semuda itu deh.
Saya percaya, dari apa yang saya pelajari, bahwa perempuan adalah baju bagi laki-laki, dan hal itu berlaku sebaliknya, laki-laki adalah baju dari bagi perempuan. Itu yang saya percayai.
Kenapa diumpakan seperti baju? Sejauh yang saya pahami, pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Lebih pokok dari pada handphone! Pakaian digunakan untuk melindungi tubuh, dari kotoran, dari terik matahari, dan dari rasa malu. Sorri, kita bicara manusia normal di sini, bukan eksebisionis sejati. Seperti itulah seharusnya hubungan suami istri menurut saya. Gak tau juga sih sebetulnya kaya apa, secara saya juga belum punya bini. Tapi seperti lah yang saya pahami. Suami melindungi istrinya dari hal-hal yang dapat melukainya. Menjaga kehormatan istrinya. Begitu juga sebaliknya. Istri harus dapat menjaga suaminya. Termasuk dari dirinya sendiri. Menjaga kemaluan suaminya. Errrrr……maksutnya menjaga suami supaya terhindar dari rasa malu.
Sekarang, bukannya mau merendahkan, apa yang diharapkan dari anak 12 tahun? Apa dia sanggup melakukan tugasnya? Semoga saja sih iya. Saya sempat tau memang adanya pernikahan usia muda yang biasanya terjadi di kampung. Tapi 12 tahun, tetap saja saya pikir terlalu muda.
Yang bikin saya tambah bete adalah, buku yang dijadikan pegangan itu adalah “Aisyah saja Menikah Muda”. OMG! Aisyah memang menikah muda. Tapi apa itu sunnah? Please deh! Gak semua yang dilakukan oleh Rasul itu sunnah. Kalo itu memang sunnah, silahkan reply, saya akan periksa dan jika memang benar, saya tarik pendapat saya dan menjadi pujimania. Memangnya dia siapa, menyamakan dirinya dengan Rasul.
Bagaimana kalo cerai saja? Kabar-kabarnya sih, si Ulpe nya juga gak mau dan itu wajar sih kalo kata gw. Siapa sih yang nolak diperlakukan seperti ratu? Terus siapa pula yang ngusulin kaya gini? Saya juga gak ngerti ilmu psikologi sih (dooh, terus gw ni ngertinya apa sih), tapi gimana coba rasanya jadi janda di umur 12 tahun?
Kalo kata gw sih, yang ada unsur bersalahnya ya orang tuanya si Ulpe. Meskipun ngakunya hal ini sudah ditanyakan ke Ulfa sendiri, tapi anak umur 12 tahun ngerti apa masalah pernikahan? Saya gak ngerti apa yang ada di pikiran orang tuanya, tapi menurut saya, mereka telah merenggut masa kanak-kanak Ulfa.
Terserah kalian lah…
Disclaimer:
Tulisan ini murni pendapat saya. Saya tidak menjamin kebenarannya. Jadi saya tidak bertanggung jawab apabila ada yang mengutip pendapat saya dan mengakui nilai kebenarannya. Oleh karena itu, saya tidak dapat dituntut atas tulisan ini.
Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup
wah kok dikasi nama panggilan ulpe… jadi bisa dikira ulfa sing angkatan 2004 malahan.
bener bos..orang ini cuma cari perhatian..cari sensasi..
tenang syekh puji, kalau diceraikan si udin siap menampung ulpe kok
tua-tua keladi semakin tua semakin jadi …..!