Denting Lonceng Hati

Icon

Sebuah Blog Yang Menggugah Hati – Kalo Sumbang Janganlah DIdengarkan, Kalo Merdu Ikutlah Bernyanyi

Selamat Berpuasa

Karena puasa sebentar lagi, saya mau minta maaf buat semuanya, kalo-kalo saya ada salah.

Semoga ibadah puasa kita kali ini lebih baik dan semoga kita bisa menghadapi bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan suci.

Selamat Berpuasa Semuanya…..

Filed under: Bagian Hati, Huff..., Merah Hitam Darahku, Suatu Ketika, Tanpa Aksara, Temanku Sahabatku, for soul, jalan-jalan Jalan Hidup, kamu..., suka-suka yang ku suka

Jawaban…

Oke lah. Saya mengakui blog ini telah saya tinggal beberapa lama. Bukannya pingin meninggalkan blog ini sebetulnya. Tapi untuk beberapa saat saya tidak bisa menulis. Meskipun ingin sekali sebetulnya. Meskipun ada jutaan ide di kepala. Tapi saya tetap tidak bisa.

Oke lah. Saya mengakui. Karena komentar seorang teman terhadap saya, saya jadi kehilangan pegangan saya dalam menjalani hidup. Saya kehilangan pegangan saya untuk menulis. Meski adinda pernah bilang, “Mas tulis aja apa yang pingin mas tulis.” Tetapi tetap saja saya tidak bisa menulis.

Tetapi, beberapa hari yang lalu, akhirnya saya mendapatkan jawaban. Memang bukan sebuah jawaban yang sempurna, tapi cukup untuk membuka mata hati saya.

Orang boleh bilang saya penghujat. Mungkin saya memang seorang penghujat. Tapi saya menghujat karena saya peduli. Karena saya peduli, maka saya menghujat. Jika saya tidak peduli, saya tidak akan melakukan apa-apa.

Saya tidak akan mengatakannya dengan berlebihan. Tapi jika Anda membaca lebih dalam, dengan mata hati Anda, Anda akan melihat ada cinta dalam tulisan saya.

Dulu, waktu saya kecil, guru saya, orang yang saya gugu dan saya tiru, bukan sekedar dosen, mengatakan pada saya, “Jika kamu melihat kemungkaran rubahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu, rubahlah dengan lisanmu, jika kamu tidak mampu, rubahlah dengan hatimu. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Saya bukan orang yang religius. Saya juga bukan seorang yang spiritualis. Yang senantiasa menyebutkan nama Tuhan dalam gerak-gerik tingkah laku saya. Tapi, mungkin, ucapan guru saya masih sedikit berbekas dalam hati saya. Meski saya bukan murid yang baik.

Itu jawaban saya. Sampai sekarang, saya tidak tahu jawaban dia.

KRL jurusan Bogor-Kota masih berjalan dengan kencangnya. Dihiasi suara-suara orang yang berjualan beraneka rupa. Sedang orang gila di samping saya, makin keras ocehannya. Membuat saya dengan terpaksa menyingkir dari kursi yang jarang-jarang bisa dapatkan.

Filed under: Bagian Hati, Garap Garapan, Huff..., Merah Hitam Darahku, Suatu Ketika, Tanpa Aksara, Temanku Sahabatku, for soul, jalan-jalan Jalan Hidup, kamu..., suka-suka yang ku suka

Pesan Terakhir

Bismillah Ar Rahman Ar Rahim

Sebetulnya tulisan ini sudah terpikir sejak beberapa hari yang lalu dan selesai ditulis beberapa jam yang lalu. Hanya saja, ketika saya menekan tombol publish, ada masalah dengan proxy nya sehingga yang muncul adalah halaman error. Ketika saya menekan back, lenyap sudah semua tulisan yang sudah saya tulis. Oleh karena itu saya tambahkan bismilah di atas. Mungkin tadi karena kurang doa.

Insya Allah, hari Minggu (5 Agustus 2007 – tepat dua hari sebelum vendy ultah) saya akan pulang ke Depok dan baru kembali ke Surabaya pada tanggal 19 Agustus-an. Jadi selama hari-hari itu blog ini sepertinya tidak akan terurus. Oleh karena itu, apabila terjadi hal-hal yang maha dahsyat, saya hendak meninggalkan beberapa pesan.

Beberapa waktu lalu, sempat terbersit oleh saya, untuk mengajukan pembubaran himpunan pada RUMJ terdekat. Tetapi, setelah saya merenung ulang, berpikir, shalat istikharah, saya memutuskan untuk TIDAK jadi mengajukan pembubaran himpunan tersebut.

Setelah kurang lebih empat tahun mengikuti perkembangan kehidupan kemahasiswaan di ITS dan TC, tidak ada perubahan signifikan yang berarti. Pihak rektorat, meski telah berganti rezim, terus menjadi-jadi. Kaum BEM juga sepertinya tidak mau mampu melawan untuk memperjuangkan independesi ormawa. Paling-paling juga ujungnya memfa-silit-asi pertemuan dengan pihak rekorat. Begitu pula dengan HMTC dengan segudang permasalahan rumitnya.

Tetapi, setelah beberapa waktu yang lalu berbincang dengan beberapa orang kawan, mengenai perubahan yang harus dilakukan, mungkin saya lah orang yang paling tidak siap. Kini, saya menyadari itu. ITS sudah berubah. TC juga sudah berubah. Orang-orang yang sudah lapuk seperti saya lah yang juga seharusnya ikut berubah.

Saya sudah terlalu lama menjadi kutil bagi himpunan.

Oleh karena itu, biarlah himpunan tetap berdiri. Tetap menjadi tempat belajar bagi orang-orang yang mau belajar. Tempat bernaung bagi orang yang mau bernaung. Menjadi tempat bagi orang-orang yang mau bekerja bersama, belajar bersama, membangun, bagi kemajuan himpunan.

Saya sendiri, setelah ini, akan mempensiunkan diri pensiun dari kegiatan himpunan. Mungkin hanya TD saja akan ikut berpartisipasi. Sebab saya masih mempunyai tanggungan sebagai alumnus LKMMTD yang terakhir kemarin (lupa yang ke berapa) untuk memandu di TD. Siapa pun pesertanya.

Mungkin apa yang saya tulis di atas berbeda dengan apa yang pernah saya utarakan sebelumnya. Saya mohon maaf. Tapi ini lah keputusan terakhir saya.

Saya memang tidak sekuat kawan-kawan saya. Saya juga merasa malu dengan mereka, yang semangat juangnya seakan tidak pernah habis. Tetapi kondisi yang saya alami memaksa saya untuk mengambil jalan ini.

Akan tetapi, apa yang telah tertancap, masih tertancap di hati. Jikalau himpunan memanggil, saya akan datang. Saya masih seperti itu.

Oleh karena itu, saya menyarankan kepada kawan-kawan, junior-junior saya, untuk lebih mengutamakan kuliah ketimbang kegiatan lainnya. Karena hal mendasar itulah yang diinginkan oleh orang tua, pacar, tetangga, pembantu sampai om tante yang ada di pinggir jalan. Memang kondisi pada setiap orang berbeda. Tapi tidak ada yang lebih membahagiakan orang tua, pacar, tetangga, pembantu, om tante yang ada di pinggir jalan selain melihat anak, kekasih, tetangga, majikan -nya menjadi tukang insinyur. Apalagi tepat waktu.

Untuk kawan-kawan seperjuangan seangkatan yang lulus tahun ini, dengan tulus dan bangga saya ucapkan selamat. Saya minta maaf tidak banyak membantu perjuangan kawan-kawan. Untuk kawan-kawan yang pernah meminta bantuan pada saya dan saya tolak dengan sadar maupun tidak, saya sangat menyesal telah menolak membantu kawan-kawan. Saya juga sadar akan kapasitas saya dan otak kecil saya. Oleh karena itu, untuk teman-teman yang tidak meminta bantuan saya, saya juga memakluminya. Karena saya sadar akan kemampuan saya.

Untuk teman-teman yang belum lulus pada tahun ini, mari kita berjuang bersama! Kita lulus semester besok! Kita akhiri kegilaan ini secepatnya!

Untuk kawan-kawan satu tim yang telah berjuang bersama saya selama satu tahun ini, saya meminta maaf telah merenggut kebahagiaan kawan-kawan selama satu tahun ini. Serta kawan-kawan yang terkena imbasnya.

Dengan ini, semoga beban saya selama ini bisa terangkat…..
Saya…..
Telah terlalu membusuk….
Saya memang bajingan…..

Filed under: Bagian Hati, Huff..., Temanku Sahabatku, for soul, jalan-jalan Jalan Hidup, kamu..., suka-suka yang ku suka

Surat Ini

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Din, kita semua tau. tadi malam tu malam yang berat buat kamu. Dan sekarang kita bilang gini bukannya mau tambah membebani kamu. Udah 22 tahun lebih kita biarin kamu berbuat seenaknya sendiri. Tapi sekarang udah saatnya kita berempat ngomong. Surat ini kami tulis, bukan cuma pingin ikut-ikut pramur. Bagaimana pun, dari semua orang yang ada di dunia ini, kita bertiga lah yang paling gak mungkin ninggalin kamu.

Pertama, masalah tadi malem. KIta bertiga tau, kamu gak mau lagi ngomongin masalah ini. Tapi kita gak mau kamu sampe gak tidur semaleman tuh gak ada gunanya. Kita bertiga setuju, wanita yang kamu panggil sebagai adinda itu merupakan pilihan terbaik. Tapi yang dia bilang ada benernya juga. Dalam hal ini kamu salah. Meski kita bertiga tau, kadang kamu bingung apa yang harus dibilang dan apa yang gak papa gak dibilang. Mungkin kamu sudah berkarat din. Sampe gak tau apa yang harus dibiang dan apa yang gak perlu dibilang.

Cuma din, karena kita semua sepakat dia adalah yang terbaik, maka kalo kamu nyerah, maka kita semua tau gak bakal ada yang namanya hubungan. Kami tau kamu bisa lebih baik, dan ini perlu buat keberlangsungan tim ini. Masih banyak ruang yang bisa digunakan untuk berkembang.

Udahlah, kita semua tau jalan berpikirmu. Hidup 22 tahun bersama memudahkan hal itu. Gak ada gunanya memutuskan siapa yang salah dan siapa yang bener. Gak ada gunanya juga untuk membalas hal yang sama. Kamu adalah kamu. Biarlah kamu hidup dengan caramu. Meski kadang itu menyakitkan salah satu dari kita, tapi kita bakal tetap mendukung kamu. Kita bertiga pikir kamu sudah tau apa yang harus dilakukan dan kamu tau bahwa waktu kita terbatas.

Kedua, masalah kerjaan. Kamu gila apa nerima kerjaan double kaya gitu. Yaahhh, kami tau lah kamu dengan sombongnya merasa mampu menerima dua kerjaan kaya gitu. Tapi inget din, paru-paru mu itu gak sekuat punya orang-orang. Sekarang udah sering merasa berdebar-debar kan. Apalagi kamu dengan suka rela memasukkan racun itu ke salah satu dari kita. Gak berniat berhenti din. Yah, emang sih, racun yang namanya rokok dan kopi itu salah satu cara efektif buat kamu biar ngerasa terjaga dan ngusir ngantuk. Tapi kalo emang capek, kenapa gak istirahat aja. Kamu bunuh diri pelan-pelan din. Buat apa?

Terus emangnya waktu yang ada cukup buat ngelakuin semua yang ada? Adindamu itu juga butuh waktu kamu. Belum lagi dirimu sendiri. Buat ngerjain tugas, buat istirahat. Apalagi kalo kamu lagi bete gitu. Kita semua tau kalo kamu lagi bete gitu, gak ada yang bisa ngelarang kamu.

Din, akui saja. Kita gak hidup di masa lalu lagi din. Apa yang pernah terjadi ya sudah terjadi. Kita bagaimana pun gak bisa memutar waktu dan terus hidup di masa lalu. Kamu menyedihkan din.

Kamu yang sekarang sudah berkarat.

Kalo emang kamu gak bisa diajak kerja sama, kita bisa aja memboikot kamu. Meski kita tau, dengan begitu kita bakal berkarat bersama.

Ini semua bergantung sama kamu din. Sebagai pemimpin kami. Pemimpin tim ini. Kami harap kamu bisa ngerti.

Wassalam.

Hormat kami,

Badan, Perasaan, Hati kamu

Filed under: Bagian Hati, for soul, jalan-jalan Jalan Hidup

Tutup Buku

Well…..

Dengan ini, setanalas akan menutup blog terkutuk ini sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan sesuka hati.
Semoga semua belah pihak dapat memakluminya.

Wasalam!

Filed under: Bagian Hati, Huff..., Temanku Sahabatku, for soul, jalan-jalan Jalan Hidup, kamu..., suka-suka yang ku suka

Dibuka

  • 15,831 kali

Hari-hari Menghitung Hari

November 2009
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tentang

Blog ini punya Nuruddin Arroniry. Cuma sedikit yang bisa Terungkap. Kalo sumbang jangan didengarkan. Kalo merdu ikutlah bernyanyi.

Powered by  MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites
BlogFam Community
naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto - kun.com

I am ichigo!

Dapur dan Kepulan Asapnya