Bismillah Ar Rahman Ar Rahim
Sebetulnya tulisan ini sudah terpikir sejak beberapa hari yang lalu dan selesai ditulis beberapa jam yang lalu. Hanya saja, ketika saya menekan tombol publish, ada masalah dengan proxy nya sehingga yang muncul adalah halaman error. Ketika saya menekan back, lenyap sudah semua tulisan yang sudah saya tulis. Oleh karena itu saya tambahkan bismilah di atas. Mungkin tadi karena kurang doa.
Insya Allah, hari Minggu (5 Agustus 2007 – tepat dua hari sebelum vendy ultah) saya akan pulang ke Depok dan baru kembali ke Surabaya pada tanggal 19 Agustus-an. Jadi selama hari-hari itu blog ini sepertinya tidak akan terurus. Oleh karena itu, apabila terjadi hal-hal yang maha dahsyat, saya hendak meninggalkan beberapa pesan.
Beberapa waktu lalu, sempat terbersit oleh saya, untuk mengajukan pembubaran himpunan pada RUMJ terdekat. Tetapi, setelah saya merenung ulang, berpikir, shalat istikharah, saya memutuskan untuk TIDAK jadi mengajukan pembubaran himpunan tersebut.
Setelah kurang lebih empat tahun mengikuti perkembangan kehidupan kemahasiswaan di ITS dan TC, tidak ada perubahan signifikan yang berarti. Pihak rektorat, meski telah berganti rezim, terus menjadi-jadi. Kaum BEM juga sepertinya tidak mau mampu melawan untuk memperjuangkan independesi ormawa. Paling-paling juga ujungnya memfa-silit-asi pertemuan dengan pihak rekorat. Begitu pula dengan HMTC dengan segudang permasalahan rumitnya.
Tetapi, setelah beberapa waktu yang lalu berbincang dengan beberapa orang kawan, mengenai perubahan yang harus dilakukan, mungkin saya lah orang yang paling tidak siap. Kini, saya menyadari itu. ITS sudah berubah. TC juga sudah berubah. Orang-orang yang sudah lapuk seperti saya lah yang juga seharusnya ikut berubah.
Saya sudah terlalu lama menjadi kutil bagi himpunan.
Oleh karena itu, biarlah himpunan tetap berdiri. Tetap menjadi tempat belajar bagi orang-orang yang mau belajar. Tempat bernaung bagi orang yang mau bernaung. Menjadi tempat bagi orang-orang yang mau bekerja bersama, belajar bersama, membangun, bagi kemajuan himpunan.
Saya sendiri, setelah ini, akan mempensiunkan diri pensiun dari kegiatan himpunan. Mungkin hanya TD saja akan ikut berpartisipasi. Sebab saya masih mempunyai tanggungan sebagai alumnus LKMMTD yang terakhir kemarin (lupa yang ke berapa) untuk memandu di TD. Siapa pun pesertanya.
Mungkin apa yang saya tulis di atas berbeda dengan apa yang pernah saya utarakan sebelumnya. Saya mohon maaf. Tapi ini lah keputusan terakhir saya.
Saya memang tidak sekuat kawan-kawan saya. Saya juga merasa malu dengan mereka, yang semangat juangnya seakan tidak pernah habis. Tetapi kondisi yang saya alami memaksa saya untuk mengambil jalan ini.
Akan tetapi, apa yang telah tertancap, masih tertancap di hati. Jikalau himpunan memanggil, saya akan datang. Saya masih seperti itu.
Oleh karena itu, saya menyarankan kepada kawan-kawan, junior-junior saya, untuk lebih mengutamakan kuliah ketimbang kegiatan lainnya. Karena hal mendasar itulah yang diinginkan oleh orang tua, pacar, tetangga, pembantu sampai om tante yang ada di pinggir jalan. Memang kondisi pada setiap orang berbeda. Tapi tidak ada yang lebih membahagiakan orang tua, pacar, tetangga, pembantu, om tante yang ada di pinggir jalan selain melihat anak, kekasih, tetangga, majikan -nya menjadi tukang insinyur. Apalagi tepat waktu.
Untuk kawan-kawan seperjuangan seangkatan yang lulus tahun ini, dengan tulus dan bangga saya ucapkan selamat. Saya minta maaf tidak banyak membantu perjuangan kawan-kawan. Untuk kawan-kawan yang pernah meminta bantuan pada saya dan saya tolak dengan sadar maupun tidak, saya sangat menyesal telah menolak membantu kawan-kawan. Saya juga sadar akan kapasitas saya dan otak kecil saya. Oleh karena itu, untuk teman-teman yang tidak meminta bantuan saya, saya juga memakluminya. Karena saya sadar akan kemampuan saya.
Untuk teman-teman yang belum lulus pada tahun ini, mari kita berjuang bersama! Kita lulus semester besok! Kita akhiri kegilaan ini secepatnya!
Untuk kawan-kawan satu tim yang telah berjuang bersama saya selama satu tahun ini, saya meminta maaf telah merenggut kebahagiaan kawan-kawan selama satu tahun ini. Serta kawan-kawan yang terkena imbasnya.
Dengan ini, semoga beban saya selama ini bisa terangkat…..
Saya…..
Telah terlalu membusuk….
Saya memang bajingan…..
Kata Orang.....