Denting Lonceng Hati

Icon

Sebuah Blog Yang Menggugah Hati – Kalo Sumbang Janganlah DIdengarkan, Kalo Merdu Ikutlah Bernyanyi

Kalo Ditilang Polisi

from the desktop of Jhan Zeib Khan

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P: Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras!! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P: Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …

P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.

P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.  Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi

P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.

S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang”. Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.”
“Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH,
berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan dikejaksaan setempat, di sinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU,
berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN)..

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Ya..kita semua tau kalo polisi lagi berbenah, kayanya kalo rakyat pinter, oknum-oknum bakal menghilang dengan sendirinya.

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

You Have To Read These Blogs..

Bukannya mau curhat sih, tapi emang koneksi internet di tempat main gw tuh terbatas. Jadi gak bisa buka macem-macem. Ya iya lah. Secara kita disini dibayar buat ngoding, bukan buat maen. Tapi selama ini maen-maen di sini, gw tau gw gak kuat terus-terusan mentelengin layar buat ngoding selama 12 jam an lebih (Secara di sini kayanya gw yang jaga gawang,  pulang terakhir mulu). Akhirnya gw nemu beberapa blog yang bisa di buka di sini dan bisa ngilangin suntuk waktu kerja.

1. Blognya Bang Aip

Ini salah satu penulis favorit gw. Tulisannya gak tau kenapa, kerasa pas sama gw. Baca tulisan nya abang satu ini, kadang jadi ketawa, kadang jadi mikir. Tapi banyakan mikirnya sih.

2. Blognya queenalea

Kalo blog yang ini, diari dari penulis. Terus terang, gw jadi banyak belajar dari blog ini. Masalah pernikahan, masalah hubungan laki – perempuan, dan lain-lain lah. Tulisannya lepas. Tapi sori banget, yang ini khusus dewasa. Anak kecil cuci tangan, cuci kaki, terus bobo aja.

Yah… Semoga gw bisa ngambil pelajaran buat kehidupan gw sendiri dari tulisan-tulisan dia

3. Nguping Jakarta

Buat intermezzo, candaan ringan, tapi sama sekali gak murahan

Gw emang agak susah sih buat gambarin blog-blog itu buat apaan tapi bagi gw, blog-blog itu bisa dibilang lebih dari sekedar blog

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Kenapa Saya Harus Peduli?

merah_putihSaya orang Indonesia. Saya juga tidak pernah menyesal menjadi orang Indonesia. Meski saya tahu, orang Indonesia banyak yang aneh. Tapi saya sudah terlanjur terlahir sebagai warga negara Indonesia. Toh saya tidak mungkin meminta kepada Yang Mulia Tuhan Saya untuk masuk lagi ke rahim mama saya dan dilahirkan sebagai warga negara lain.

Sepanjang pengetahuan saya, Indonesia sekarang masih dipimpin presiden SBY dan belum waktunya untuk memasuki masa pemilu presiden. Yang membuat saya heran, kebanyakan stasiun TV sekarang, menyiarkan tentang pemilihan Barrack Obama dan John McCain. Memangnya, siapa mereka?

Oke lah. Dua orang itu memang calon presiden Amerika Serikat. Negara yang tentu saja jauh dari Indonesia yang katanya merupakan negara adikuasa. Tetapi saya tetap tidak mengerti. Kenapa saya harus peduli dengan pemilu negara lain? Apakah siapa yang terpilih akan berpengaruh pada negara saya? Saya rasa tidak.

Hanya saja, ada ketakutan pada diri saya. Jangan-jangan orang-orang yang peduli dan menaruh minat pada pemilihan Obama dan McCain, justru memilih untuk golput dan tidak peduli pada pemilu kita sendiri.

Lalu, kenapa saya harus peduli?

ps: gambar di atas diambil dari sini

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

This Guy Is Really Something!!!

peter buckleyAda yang pernah denger nama Peter Buckley? Gw yakin rata-rata lo pada belom. Berikut penjelasan singkat dari wikipedia

Peter Buckley (born March 9, 1969 in Birmingham, England) is an English journeyman boxer in the Welterweight division. Although he currently fights at Welterweight division he has competed at a number of divisions either side.

Pro career

Buckley turned pro in October 1989, when he fought at the Colosseum, Stafford, West Midlands, England, only earning a draw with fellow debutant Brixham’s Alan Baldwin despite knocking Baldwin down in the early rounds.

Buckley has lost 256 of his 299 contests, which is the second most in boxing history behind Reggie Strickland. Throughout his career he has fought a number of world and British champions including Duke McKenzie, Naseem Hamed, Acelino Freitas, Paul Ingle, Patrick Mullings, Dean Pithie, Jason Booth, Michael Brodie, Scott Harrison, Michael Gomez and Johnny Bredahl.

Buckley, who has never fought for a major title, was honoured with a special ringwalk and presentation before his 200th fight in April 2003 at the MEN Arena in Manchester. He then

proceeded to lose a decision to Baz Carey

BUCKEY RECEIVED an award to mark his 200th fight in April 2003

BUCKEY RECEIVED an award to mark his 200th fight in April 2003

Udah tau kan kenapa this guy is really something? dari 299 kali naik ring, dia kalah 256 kali! Dia bahkan dikatakan sebagai petinju British terburuk sepanjang masa. Artinya, dia gak kalah cuman 43. Detailnya menang 31 kali, menang KO 8 kali, menang angka 23 kali, seri 12 kali, no contest 0 kali alias gak pernah, dan itu artinya persentase kemenangannya cuman sekitar 12 persen-an.

Ini baru model orang yang bener-bener cinta sama apa yang dia lakukan. Orang yang cinta pekerjaannya. Orang yang mendedikasikan hidupnya. Gak peduli apa pun hasilnya yang dia dapat.

Boxing has been good to me over the years

Dalam olah raga, selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Itu udah hukum alam. Tetapi ketika seseorang selalu berjuang, pantang menyerah, demi mengejar kecintaan, itu patut diberikan acungan.

I’ve given me all to boxing. From 10-threes top of the bill in Germany to six-twos in town. I just love to fight.

Hari ini adalah hari pertarungan terakhirnya, gw gak tau sih hasilnya. Tapi gw harap dia bisa menutup karirnya dengan indah. Ketemu satu lagi kasus unik yang bisa diambil hikmahnya. Selalu menyenangkan untuk bisa melakukan hal disenangi. Gw harap gw bisa berjuang sekuat dia.

If we meet someday mate, I’ll bow to you

sumber: wikipedia, boxrec, britishboxing, sportinglife, sama boxing-monthly

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Skate Till You Drop

Minggu kemaren, pas saya dan teman-teman seangkatan saya gathering di MTA, untuk pertama kali dalam hidup saya, saya bisa merasakan bagaimana ber-ice skate.

Kalo kata saya sih, gak terlalu mahal juga kok. DC nya untuk weekday 38 ribu sedangkan untuk weekend 42 ribu. Itu buat 2 jam. Tambah 8 ribu untuk kelebihan tiap jam. Itu udah termasuk tiket masuk, skate nya, duduk2 di lobinya, sama tiket keluarnya. Buat loker ada biayanya tersendiri. 5 ribu kalo gak salah. Kalo makanan dan minuman, ya bayar sendiri lah.

Hanya saja, yang agak mahal kalo mau pake personal trainer. Bayarnya 90 ribu buat setengah jam. Jadi kan jatahnya dua jam. Yang setengah jam sama trainer. Sisanya bebas. Karena kita semua berpikir itu terlalu mahal, maka kita semua gak ada yang pake trainer. Masa sih kaya begini doang gak bisa belajar sendiri?

Kalo kata orang-orang, termasuk kata rie dan adinda, mirip-miriplah sama roller blade. But for me, it’s different. Rollerblading is one thing, and skating is another thing.

Tapi dari pengalaman pertama kemaren, paling nggak ada lah pelajaran yang bisa saya ambil. Hal yang paling menentukan dari ice skating adalah skate nya.

Kemaren, setelah masuk, saya sama temen-temen saya, langsung ngambil sepatu nya di counter. Kita disuruh ngelepas sepatu dan mencium jempol kaki masing-masing dan mengukur kaki. Sama mas-mas yang jaga counter, saya dikasih sepatu nomer 42. Padahal kaki saya kan gak segede itu. Sepatu saya aja nomernya cuman 44. Walhasil, setelah dipake dengan susah payah, karena pemasangan tali sepatu yang sama sekali tidak beraturan dan sedikit pemaksaan, masuk juga lah itu sepatu. Setelah masuk dua dua nya, saya coba berdiri dan … my feet are killing me. Tapi karena baru pertama kali, saya pikir memang seharusnya seperti itu.

Kemudian saya coba berjalan, dan entah mengapa, saya merasa saya berjalan seperti suster ngesot yang baru belajar main ice skate. Dengan perjuangan yang sangat berat, saya berhasil juga akhirnya masuk arena skatenya.

Kemudian saya coba meluncur. Ternyata sangat menyenangkan sekali. Rasanya seperti terbang di atas awan. Kemudian ketika meluncur, saya coba berputar di udara. Sangat menakjubkan. Kata teman-teman saya, gerakan saya indah sekali.

Tapi itu semua hanya ada dalam kepala saya. Saya terjatuh empat kali. Dan percayalah, itu rasanya sakit. Bahkan untuk bergerak saja rasanya sulit sekali. Saya percaya itu bukan karena kelebihan berat badan yang sedikit saya alami saat ini. Rie bilang kalo sepatu saya kurang kuat ikatannya. Bagaimana mau mengencangkan ikatan, untuk berpindah tempat saja rasanya sulit. Belum lagi kalo mengingat keadaan kaki saya. My feet are really-really killing me. Padahal kalo melihat anak-anak kecil di sana, seharusnya ini bisa lebih menyenangkan. Mereka bisa meluncur. Meluncur! Sedangkan saya hanya bisa melihat.

Kalo saya mau mengencangkan ikatan sepatu, itu artinya saya harus berjalan keluar arena, berjalan ke arah kursi-kursi, mengencangkan tali sepatu yang saya tidak tahu siapa yang memasangkannya ke sepatu ini hingga akhirnya seperti ini, berjalan kembali ke arena, dan mencoba hasilnya. Membayangkannya saja saya sudah merasa lelah dan mual.

Tapi tidak ada salahnya lah untuk dicoba saya pikir.

Setelah melewati perjuangan yang maha dahsyat, berhasil kembali ke arena dan mencoba hasilnya, ternyata memang ada perubahan. Banyak sekali. Setelah mengencangkan ikatan tali sepatu, saya tidak terjatuh sama sekali. And I didn’t move even a bit.

Gak ding..

Memang ada perubahan. Paling tidak saya bisa bergerak. Meskipun pelan-pelan. Pelan. Pelan sekali. Sangat pelan…

Paling tidak lumayan lah.

Akhirnya setelah saya merasa lelah, kesakitan yang amat sangat pada seluruh bagian kaki, saya memutuskan untk menghentikan kegilaan ini.

Hal yang bisa saya sarankan kalo ada yang mau ke sana, mencoba main ice skate adalah:

1. Perhatikan ukuran skate mu. Minta dua nomor lebih besar dari yang diberikan. Paling tidak seukuran dengan nomer sepatu yang paling nyaman kamu gunakan. Teman saya juga merasa kekecilan. Kemudian dia menukar dengan dua nomor yang lebih besar. Kemudian sepertinya dia lebih cepat bisa dari saya

2. Ketika memasang sepatu skate, copot dulu semua tali sepatunya dan pasang kembali dengan rapi. Ikat kuat-kuat, benar-benar kuat-kuat, pada semua titik.

3. Belajarlah meluncur sendiri. Saya pikir setiap orang punya cara meluncur sendiri. Karena tiap orang punya caranya sendiri menjaga keseimbangan. Meski pun ini belum saya coba

4. Setelah semuanya selesai, lepaskan skate dari kaki kamu dan jangan coba-coba menciumnya. Baik kaki kamu, hanya jempolnya, ataupun sepatu skate yang habis kamu gunakan.

Yah paling tidak, kalo adinda mau ke Jakarta, bisa ngajak main skate lah. Semoga yang berikutnya bisa lebih baik. Harus lebih baik.

Selamat mencoba dan happy skating!

(Berikut skrin syutnya, sayang gambarnya gak terlalu jelas, jadi ketampanan saya tidak terlalu terlihat)

Filed under: jalan-jalan Jalan Hidup

Dibuka

  • 15,831 kali

Hari-hari Menghitung Hari

November 2009
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tentang

Blog ini punya Nuruddin Arroniry. Cuma sedikit yang bisa Terungkap. Kalo sumbang jangan didengarkan. Kalo merdu ikutlah bernyanyi.

Powered by  MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites
BlogFam Community
naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto - kun.com

I am ichigo!

Dapur dan Kepulan Asapnya